Mengilhami IDE: Innovation, Design & Entrepreneurship

UMKM Kena Pajak, Pengusaha Pribumi Tolak Mentah-mentah

26

www.ideapreneur.id – UMKM Kena Pajak, Pengusaha Pribumi Tolak Mentah-mentah. Saat biaya serba naik, pemerintah mau pungut pajak kepada UMKM beromzet kurang dari Rp 4,8 milyar.

Pengusaha mengibaratkan kondisi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) saat ini sudah jatuh tertimpa tangga pula. Penyebabnya terkait rencana pemerintah mengenakan pajak kepada UKM.

Seperti diketahui, pemerintah akan menarik pajak kepada UKM yang memiliki omzet kurang dari Rp 4,8 miliar per tahun dengan besaran pajak 1% dari omzet bulanan dan efektif berlaku per 1 Juli 2013.

Pengusaha Pribumi

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) DKI Jakarta menyatakan penolakan pemberlakuan pajak tersebut.

“Waktu yang kurang tepat karena UKM juga sudah menanggung kenaikan upah, tarif listrik dan terakhir bahan bakar minyak (BBM), belum sempat bernafas sudah membebani pajak, dimana sebenarnya hati nurani pemerintah terhadap kelansungan UKM di Indonesia,” ujar Ketua Umum HIPPI DKI Jakarta, Sarman Simanjorang, seperti dikutip, Jumat (28/6/2013).

Dia kembali mengibaratkan UKM di Indonesia ini seperti anak tiri yang kurang pembinaan dan pemberdayaan dan dukungan yang maksimal dari pemerintah.

Pemerintah

Bertolak belakang, pemerintah mengakui jika UKM memiliki kontribusi yang positif terhadap pertumbuhan perekonomian nasional dan menyerap puluhan juta tenaga kerja.

“Kalau hanya karena melihat 60% produk domestik bruto Indonesia disumbang oleh sektor UMKM sedangkan sumbangan pajaknya baru 0,5% maka UKM layak dikenakan pajak, menurut hemat kami kurang tepat karena Sekitar 60% PDB tesebut bersumber dari hampir 56 juta pelaku UKM,” tegas dia.

Dia pun meminta pemerintah melalui Menteri Keuangan agar menunda pemberlakuan pajak tersebut sampai kondisi usaha UKM normal kembali.

“Prinsipnya UKM kita adalah yang taat pajak,namun alangkah bijaknya pemerintah memungut pajak dengan terlebih dahulu memberikan dukungan yang mendorong UKM kuat dan berdaya saing sehingga akan mampu berdaya saing dan menjadi pemain dalam Asean Economy Community 2015,” lanjut dia.

Dia mengingatkan jika UMKM adalah bagian terbesar dari pelaku usaha di Indonesia dan telah terbukti memberikan kontribusi yang signifikan.

Sumber: SuaraPengusaha.com Foto: Statik Tempo

Leave A Reply