Mengilhami IDE: Innovation, Design & Entrepreneurship

Nama Perusahaan dan Merek Produk Disingkat atau Lengkap?

160

www.ideapreneur.id – Perlukah nama perusahaan kita singkat seperti IBM, KFC dan UPS? Nama perusahaan seperti apa yang baik, atau brand produk apa yang bikin hoki? Apa kita harus buat brand bisnis kita mirip dengan milik brand yang sudah terkenal agar bisa penjualan kita terdongkrak?

Pertanyaan-pertanyaan seputar memilih dan menentukan nama brand bagi startups bisnis UKM mungkin pernah terjadi. Adapun pertimbangan untuk membuat sebuah nama brand atau perusahaan itu juga diperlukan, agar brand kita bisa muncul ke permukaan pasar.

Sebelum menyelami Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), atau Google Translate berikut inspirasi nama perusahaan dan produk barang/jasa yang bisa diambil dari beberapa tipe dan gaya seperti yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan masa kini. Bacalah: Tipe dan Gaya Nama-nama Perusahaan dan Merek Produk

Alkisah sebuah perusahaan yang memakai nama bergaya ideophonemes yaitu Es Teller 77. Sebagai merek pertama dengan menggunakan angka yang sukses di bidang es teller, nampaknya ditiru oleh banyak followernya dengan memakai beragam angka pada merek mereka. Lalu Ada bakpia pathok 25 di Jogja yang juga terkenal lalu ditiru oleh banyak followernya. Nah, apakah follower-follower ini mereknya akan terpatri di benak konsumen? Mungkin tidak banyak, karena tentu Es Teller 77 yang menjadi brand leader akan diuntungkan karena banyak follower. Secara positif akan menguatkan brand awareness konsumen terhadap Es Teller 77.

Ke luar negeri, merek KFC, siapa yang tak kenal dengan KFC perusahaan waralaba sukses buatan Colonel Sanders itu. Pada awalnya merek yang digunakan untuk menjual fried chicken Sanders itu bergaya geografi–menyertakan nama tempat–yaitu Kentucky Fried Chicken. Namun selang beberapa tahun kemudian, pelopor ayam goreng tepung khas Amerika, bertransformasi menjadi KFC.

 

Ada kemungkinan kenapa Kentucky Fried Chicken menjadi KFC :

    1. Pengucapan pelanggannya yang suka disingkat-singkat, ada yang menyebut Kentucky saja atau KFC. Jika bisnis kita itu lokal dan hanya melayani suatu wilayah saja, maka berikanlah faktanya dalam kampanye iklan dan materi marketing produk kita bukan nama perusahaannya. Seperti halnya Tahu Susu Lembang dan Floating Market Lembang di Bandung, kita tidak tahu persis nama perusahaannya, tapi banyak yang tahu bahwa pengelola kedua tempat wisata tersebut adalah orang yang sama.
    2. Menyembunyikan kata “Kentucky” karena bisnisnya akan mendunia, bukan satu kota lagi. Sama seperti halnya YKK, perusahaan Jepang pembuat reseleting terkenal ini, akan sulit diterima dengan mudah oleh pasar internasional jika masih menggunakan merek Jepang “Yoshida Kōgyō Kabushikigaishaq“. Menurut businessfinancestore.com, dengan menyembunyikan Fried dari nama mereknya, maka kemungkinan tidak hanya mempromosikan produk gorengan (fried) saja, produk bervariasi bisa dijual oleh KFC. Dan contoh lain Indonesian Footwear Agencies, yang pada awalnya adalah pengekspor sepatu mentransformasi dirinya menjadi IFA sebagai bisnis MLM lokal yang diperhitungkan, dengan core produk kecantikan, dan rumah tangga–tidak hanya sepatu.
    3. Menurut businessfinancestore.com, pada tahun 1991 pihak perusahaan mengupdate kemasan dan logonya karena ingin  terkesan modern. Dan karena sengaja oleh perusahaan dibuat mereknya menjadi “KFC”, hingga kini seolah corporate identity KFC menjadi gaya baku untuk fast food di dunia. Lihat gambar perubahan logo KFC di atas. 

Tahun 1983 di Jakarta, berdirilah CFC, California Fried Chicken, perusahaan waralaba lokal yang menjadi counter attack KFC di Indonesia. California Fried Chicken tidak ada hubungannya dengan daerah California di Amerika. Logonya yang mirip KFC dituduh meniru berikut warna  merah, dan hurufnya. Meskipun CFC sukses mengembangkan bisnisnya, ada saja kritik seperti dari penulis buku Donnelly, John (December 2002), ‘California fried chicken? Can you believe it, these people eat battery chickens? What sort of progress is that for Indonesia?’. Mengingat nama California itu dikenal dengan kawasan industri dan teknologi (Silicon Valley).

 

Bukan perkara mudah jika mengenalkan pertama kali brand dengan akronim, bisa lama bahkan bisa susah ditangkap maknanya oleh audiens. Perusahaan-perusahaan besar seperti IBM dan KFC dapat menggunakan akronim, efektif karena mereka memiliki merek yang mapan (established), kekuatan pemasaran, dan sumber daya untuk memastikan bahwa audiens tahu bahwa IBM dan KFC adalah sebuah singkatan.

Brand naming process adelaide

Apalah arti sebuah nama? Nama berarti untuk legalitas hukum perusahaan, bergabung dengan asosiasi perdagagan, nama domain URL, bahasa dan potensi komunikasi, elemen dari merek, potensi yang saling berkaitan, pengertian emosional, keunggulan kompetitif, kekuatan verbal dan visual serta identifikasi.

 

Nah, percayalah jika Anda adalah brand leader di industri Anda, penampilan yang berbeda menjadi keunikan tersendiri. Berikut tips Merek Yang Ngetop dari Kitab Antibangkrut by Jaya Setiabudi.

Jangan katakan “Apa arti sebuah nama” Selain perilaku (konten), tentu saja yang membuat orang mengingat nama seseorang adalah keunikan nama itu sendiri. Berikut adalah aturan membuat nama yang bakal ngetop!

 

1. Sesuai dengan target pasarnya
Siapa mereka dan apa yang mereka suka? Misalnya, target pasar wanita muda, feminim, mid class, kira-kira lebih cocok merek Salon Joko, Lisa atau Angelina?

2. Terasosiasi oleh Diferensiasi
Bagaimana orang yang mendengar atau melihat merek Anda, langsung ‘ngeh’ apa spesialnya dibanding merek lain. Oseng Mercon, terasosiasi oleh pedasnya. Dan tentunya jika saya pake nama Aridh Consulting untuk perusahaan konsultan saya itu karena akan mempermudah orang mengasosiasikannya kepada nama panggilan saya, Kang Aridh dari Lembang, Bandung (–red).

3. Hindari Singkatan Konsonan
Selain sukar diingat, singkatan konsonan juga sukar terasosiasi oleh produknya. Yuk kita ke toko hp GSC…!” Ternyata berjejer toko GCS, CGS, GSC, SGC, pusing deh…Mana yang benar ya? Bagaimana dengan HSBC? Selain singkatan HSBC dibuat setelah bank tersebut terkenal, juga tidak ada yang mirip, karena produknya tidak mudah ditiru.

Baca juga: Tipe dan Gaya Nama-nama Perusahaan dan Merek Produk

4. Hindari Angka
Mirip dengan singkatan konsonan, sukar diingat dan tak terasosiasi oleh produknya. Bakpia Patok 85, 75, 25, 65, yang mana pionirnya? lha Es Teler 77 tetap nomor 1 tuh! Karena nggak ada pesaing yang sejajar!

5. Nyeleneh
Kalau saya sebut kata ‘rawon’, apa yang ada di benak Anda? yup, Rawon Setan! meskipun Anda beum pernah mencicipi, tapi namanya sudah ngetop. Soto Gebrak membuat saya penasaran, karena ritual (konteks) gebrakannya. Perkedel Bondon (maaf, juga disebut perkedel hostes), hanya buka jam 12 sampai jam 2 dini hari, ludes! Tak harusberkonotasi negatif, ya. Bisa saja Anda membuat Rawon Malaikat dan buka di sampingnya, kemudian diberi sign board: “Pilih Surga atau Neraka?” Laris!

6. Mudah diucapkan dan diingat
Coba baca 10 kali dengan cepat: Nasakasaskiskas–> keriting deh lidahnya.

Salam sukses, Agus Ridwan Sopari  @ideapreneurID

Referensi :
http://www.1place.com.au/1P/blog1p/?p=2408
http://en.wikipedia.org/wiki/Acronym
https://www.businessfinancestore.com/2012/12/28/naming-your-new-small-business/
http://merriamassociates.com/2009/02/styles-and-types-of-company-and-product-names/
http://en.wikipedia.org/wiki/California_Fried_Chicken

1 Comment
  1. […] Untuk singkatan apa bukan, saya akan jelaskan nanti pada artikel “Nama Perusahaan dan Merek Bisnis Disingkat atau Lengkap?” […]

Leave A Reply